Mahasiswa Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Teknokrat Gelar “Culture and Tourism Exhibition”

Bandarlampung, Warta9.com – Bulan Ramadhan tidak menyurutkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan. Selain kegiatan keagamaan berkaitan dengan Ramadhan, mahasiswa juga melakukan kegiatan akademik.

Seperti dilakukan mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2018, Sabtu (25/5/2019), tetap semangat menyelenggarakan “Culture Tourism Exhibition”.

Kegiatan ini merupakan penugasan materi “Meetings, Incentives, Conferences and Exhibition (MICE) mata kuliah Transactional Conversation atau English for Tourism.

Menurut Kaprodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Suprayogi, M.Hum, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk meramu materi kepariwisataan Indonesia dengan menggunakan Bahasa Inggris. Sehingga dapat dipresentasikan ke dalam sebuah pameran. Mahasiswa juga dituntut aktif untuk menggunakan kosakata pariwisata dan budaya kepada pengunjung pameran. Tahun ini lanjut Suprayogi, terdapat 14 kelompok yang mewakili 14 dari sekian banyak kebudayaan di Indonesia, yaitu, Aceh, Minang, Batak, Palembang, Lampung, Sunda, Betawi, Jawa, Madura, Bali, Bugis, Maluku, Papua dan Tionghoa.

“Kegiatan ini merupakan follow up dari fieldtrip Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan beberapa bulan lalu. Harapannya adalah agar mahasiswa-mahasiswi Sasing dan PBI memiliki kompetensi yang baik dalam bidang Bahasa Inggris kepariwisataan, serta dapat bekerja dalam tim untuk berkreativitas menciptakan kemasan materi kepariwisataan,” kata Kaprodi Sastra Inggris Suprayogi.

Terselenggara kegiatan ini, berkat dukungan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, dan segenap dosen pengampu mata kuliah Transactional Conversation yakni Suprayogi, M.Hum, Dina Amelia, M.Hum, Samanik, M.Hum, Budi Eko Pranoto, M.Hum dan Dwi Budi Setiawan, MA.

Kegiatan English for Tourism ini juga mendapat perhatian dan suport dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Nasrullah Yusuf, SE, MBA. Dengan kegiatan ini mahasiswa tidak hanya bisa berbahasa Inggris tapi juga memahami budaya dan seni yang ada di Indonesia.